Senin, 24 Desember 2012

Eksplorasi Metabolit Sekunder dari Spons di Wilayah Sulawesi Selatan dan Uji Bioaktivitasnya terhadap Artemia Salina


Pendahuluan
Ada beberapa jenis organisme yg mensintesis dan menyimpan senyawa toksin pada bagian tubuhnya atau dikeluarkan ke lingkungan hidupnya. Senyawa tersebut merupaka metabolit sekunder yg digunakan dalam sistem pertahanan diri, yaitu untuk mempertahankan hidup dan menghindari gangguan dari organisme lain.
Salah satu jenis organisme yg berpotensi cukup besar dan berpeluang mengandung senyawa aktif adalah spons. Spons merupakan hewan laut yg hidup dikedalaman sampai dengan 50meter dibawah permukaan laut.
Beberapa contoh senyawa metabolit sekunder yaitu dari spons Xentospongia aschmorica yaitu manzamin A yg berpotensi sebagai anti kanker dan berkemampuan menghambat parasit.

Identifikasi Struktur Senyawa
Senyawa 1 diperoleh berupa kristal tak berwarna. Spot senyawa ini pada kromatogram hasil KLT berpendar hijau muda dibawah sinar UV yg mengindikasikan adanya kromofor atau ikatan rangkap terkonjugasi. Berdasarkan hal tsb karakterisasi struktur senyawa ini dilakukan berdasarkan analisis spektrum UV, IR, dan NMR.
Senyawa 2 diperoleh sebagai kristal putih berbentuk jarum. Senyawa ini tidak berpendar dibawah sinar UV, namun dengan menggunakan pereaksi penampak noda serium sulfat menunjukkan noda mula-mula berwarna biru terang kemudian menjadi coklat muda dan selanjutnya memudar. Hal ini berarti senyawa 2 termasuk dalam senyawa non fenolik.

Kesimpulan
Hasil interpretasi dan fisik dan spektrum (UV, IR, dan NMR) menghasilkan 2 senyawa, yaitu senyawa (1) golongan fenolik dan senyawa (2) diduga β-sitosterol. Kedua senyawa tersebut berasal dari fraksi n-heksan yg mempunyai bioaktivitas non aktif terhadap benur udang A. salina pada uji BST.

Sumber
Beddu Jawahir, Nunuk H. Soekamto, dan Rosmawaty
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Hasanuddin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar