Pendahuluan
Ada beberapa jenis organisme yg mensintesis dan
menyimpan senyawa toksin pada bagian tubuhnya atau dikeluarkan ke lingkungan
hidupnya. Senyawa tersebut merupaka metabolit sekunder yg digunakan dalam
sistem pertahanan diri, yaitu untuk mempertahankan hidup dan menghindari
gangguan dari organisme lain.
Salah satu jenis organisme yg berpotensi cukup besar
dan berpeluang mengandung senyawa aktif adalah spons. Spons merupakan hewan
laut yg hidup dikedalaman sampai dengan 50meter dibawah permukaan laut.
Beberapa contoh senyawa metabolit sekunder yaitu
dari spons Xentospongia aschmorica yaitu manzamin A yg berpotensi sebagai anti
kanker dan berkemampuan menghambat parasit.
Identifikasi Struktur Senyawa
Senyawa 1 diperoleh berupa kristal tak berwarna.
Spot senyawa ini pada kromatogram hasil KLT berpendar hijau muda dibawah sinar
UV yg mengindikasikan adanya kromofor atau ikatan rangkap terkonjugasi.
Berdasarkan hal tsb karakterisasi struktur senyawa ini dilakukan berdasarkan
analisis spektrum UV, IR, dan NMR.
Senyawa 2 diperoleh sebagai kristal putih berbentuk
jarum. Senyawa ini tidak berpendar dibawah sinar UV, namun dengan menggunakan
pereaksi penampak noda serium sulfat menunjukkan noda mula-mula berwarna biru
terang kemudian menjadi coklat muda dan selanjutnya memudar. Hal ini berarti
senyawa 2 termasuk dalam senyawa non fenolik.
Kesimpulan
Hasil interpretasi dan fisik dan spektrum (UV, IR,
dan NMR) menghasilkan 2 senyawa, yaitu senyawa (1) golongan fenolik dan senyawa
(2) diduga β-sitosterol.
Kedua senyawa tersebut berasal dari fraksi n-heksan yg mempunyai bioaktivitas
non aktif terhadap benur udang A. salina pada uji BST.
Sumber
Beddu Jawahir, Nunuk H. Soekamto, dan Rosmawaty
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Hasanuddin



